Kuningan, Jawa Barat (KABARIN) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kenaikan status aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari Waspada menjadi Siaga atau level III pada Selasa sore.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi (Lana Saria) dalam keterangan yang diterima di Kuningan, Jawa Barat, Selasa, mengatakan kenaikan status tersebut berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Tim ahli Badan Geologi melaporkan pada periode 1–11 Mei 2026 aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki didominasi gempa vulkanik dalam yang mencapai 21 hingga 32 kejadian per hari, terutama pada 1–4 Mei 2026.
Menurut Lana, kondisi tersebut mengindikasikan adanya suplai magma atau fluida magmatik yang cukup kuat menuju sistem gunung api.
Selain itu aktivitas tremor non-harmonik juga terekam dalam jumlah tinggi dan relatif persisten dengan kisaran 17–27 kejadian per hari.
Badan Geologi menilai dominasi tremor tersebut menunjukkan sistem fluida di bagian dangkal gunung api masih aktif dan mengalami pergerakan secara kontinu.
Secara visual, aktivitas permukaan mulai terlihat melalui kemunculan guguran dan hembusan pada beberapa hari pengamatan, terutama pada 2–3 Mei dan 6 Mei 2026. Aktivitas itu menunjukkan tekanan dari dalam gunung mulai memengaruhi bagian permukaan kawah.
Badan Geologi juga mencatat adanya deformasi tubuh gunung api berdasarkan data tiltmeter Wolorona yang menunjukkan tren inflasi atau peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api.
Adapun kondisi tersebut memperlihatkan sistem magmatik Gunung Lewotobi Laki-Laki sedang berada dalam fase pengisian ulang tekanan yang aktif.
Menurut Lana, pola aktivitas saat ini memiliki kemiripan dengan fase awal peningkatan aktivitas sebelum erupsi pada 2024 dan 2025, terutama ditandai peningkatan gempa vulkanik dalam yang diikuti deformasi inflasi serta tingginya tremor harmonik dan non-harmonik.
Berdasarkan kondisi tersebut, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Masyarakat di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama di wilayah Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
Selain itu warga terdampak hujan abu diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026